Klasifikasi Sepeda Gunung (MTB) Berdasarkan Jenis Frame










Image: tommysuperstar.com

Klasifikasi Sepeda Gunung (MTB) Berdasarkan Jenis Frame

Berdasarkan jenis frame yang digunakan, tipe sepeda gunung dibagi lagi menjadi dua jenis frame, yaitu:

 

  1. Hard Tail, Sepeda jenis ini memiliki bagian depan yang bersuspensi, sedangkan frame dengan bagian chain stay kaku tanpa ada suspensi. Tipe hard tail biasanya dipakai di medan yang bervariasi. Tipe hard tail sendiri bisa dicirikan dari adanya satu shockbreaker di garpu depan. Kalau tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika digenjot sehingga untuk mendapat kecepatan maksimum jadi lebih gampang. Tipe ini cocok buat yang senang cross country atau main di daerah pedesaan. Untuk yang suka modifikasi, kita bisa menambah shockbreaker, rem cakram, menambah gir, dan lain-lain.

  2. Full Suspension, Sepeda jenis ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay menggunakan penggerak (pivot) yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui. Untuk full suspension biasanya dipakai buat penggemar turunan atau downhill. Hal ini penting karena getaran sepeda saat turun bisa diredam oleh shockbreaker di garpu depan dan belakang sepeda. Sepeda jenis ini biasanya fork (garpu) depannya lebih tinggi ketimbang belakang. Karen ketika di turunan, sudut kemiringan sepeda tidak akan terlalu ekstrem. Sehingga sepeda jadi lebih mudah untuk dikontrol.


Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda_gunung

Lapak Kujang Bogor

Post a Comment

1 Comments