Hilangnya Es Laut Arktik Mengancam Hidup Beruang Kutub




Musim panas di Laut Arktik yang diprediksikan lebih lama akan membuat perburuan jauh lebih sulit untuk beruang kutub. PEMANGSA darat terbesar di Kanada, yaitu beruang kutub, berisiko menghilang dari wilayah Arktik yang luas karena mencairnya lautan es Arktik.


Dalam dua dekade terakhir, para ilmuwan telah memantau efek mencairnya Arktik pada populasi beruang kutub. Masa depan hewan itu pun tampak semakin suram.


"Jelas kita harus terus mengawasi spesies ini," kata Graham Forbes, ketua bersama Komite Status Satwa Liar yang Terancam Punah di Kanada (COSEWIC) dalam sebuah pernyataan.

Mengenai potensi hilangnya es di Laut Artik, para peneliti memperkirakan es tersebut akan menghilang sebanyak 14% dalam satu dekade. Beruang kutub menggunakan lautan es dan teknik duduk dan menunggu mangsanya saat berburu anjing laut. Dengan berkurangnya es di Arktik, secara otomatis membatasi kemampuan beruang untuk berburu.

Bagaimanapun COSEWIC optimistis beruang akan beradaptasi. Dalam evaluasi terbarunya, mereka menyimpulkan untuk sementara ini beruang kutub tidak terancam punah, spesies ini tengah menghadapi masa depan yang tidak pasti. Statusnya terdaftar sebagai 'perhatian khusus', yang berarti ia dapat menjadi terancam atau hampir punah.

Dalam penelitian mengenai beruang yang tinggal di Kepulauan Arktik, diketahui bahwa satwa ini bereproduksi dengan kecepatan seperlima lebih rendah daripada 20 tahun lalu.

Beruang kutub saat ini bisa ditemukan di sepanjang Lingkaran Arktika, dari Alaska hingga Rusia. Namun, seiring memanasnya Bumi dan mencairnya es laut, jumlah hewan ini mengalami penyusutan. Kanada merupakan rumah bagi dua pertiga populasi beruang kutub dunia. Hitungan terakhir pada 2011, ada 15.500 beruang kutub di Kanada. Melihat statistik yang suram ini, para ilmuwan memprediksi, populasi beruang kutub di dunia mungkin akan menurun sebanyak 20 hingga 30 ribu.

Satu-satunya beruang kutub yang mungkin bisa bertahan hidup di alam liar adalah mereka yang menetap di wilayah Teluk Norwegia.

Kelaparan
Melelehnya lautan es membuat beruang kutub berada dalam kondisi kelaparan. Menurut penelitian, hewan karnivora besar itu memerlukan makan 60% lebih banyak daripada yang disadari orang. Meski sebagian besar waktunya dihabiskan untuk duduk, berdasarkan analisis metabolik beruang liar ini membakar 12.325 kalori per hari.

Beruang kutub hampir sepenuhnya bergantung pada anjing laut sebagai makanan utamanya yang mengandung banyak kalori. Untuk meminimalkan konsumsi energi, beruang berburu dengan cara menunggu berjam-jam di atas lubang es. Ketika anjing laut muncul ke permukaan untuk bernapas, beruang itu berdiri di atas kaki belakangnya dan menghantam kepala anjing laut dengan kedua kaki depannya. Kemudian beruang kutub akan menggigit lehernya dan menyeretnya ke permukaan es.

"Mereka jauh lebih berhasil melakukan itu daripada metode perburuan lain," kata Anthony Pagano, ahli biologi US Geological Survey (USGS).

Itu sebabnya pencairan es Laut Arktik mengancam kelangsungan hidup beruang kutub. (mediaindonesia.com)

Post a Comment

0 Comments